PENGARUH GADGET PADA PERKEMBANGAN ANAK BALITA
Tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat seperti sandang, pangan, dan papan terus melambung tinggi sama seperti melambungnya kemajuan teknologi dan informasi saat ini. Yang dimana keterkaitan dan interaksi manusia dengan teknologi sudah dijadikan hal nya seperti kebutuhan pokok dan kebutuhan setiap saat, salah satu contoh keterikatan manusia dengan teknologi yang saat ini terus berkembang dan menjadi dunia persaingan sendiri untuk perusahaan dan developer teknologi, salah satu nya adalah teknologi gadget.
Gadget merupakan perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus di setiap jenis nya untuk memudahkan pekerjaan dan kebutuhan manusia menjadi lebih praktis dan efisien. Tidak seperti hal nya manusia yang mempunyai teknologi canggih hanya dimiliki kaum strata atas, lain dengan teknologi mini elektronik yang sekarang hampir dimiliki kaum mayoritas menengah maupun bawah yaitu teknologi gadget. Penggunaan gadget juga tidak luput dari berbagai usia dari dewasa hingga anak balita.
Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu mengalami perubahan yang signifikan. Perkembangan teknologi terlihat jelas bahwa sebelum adanya gadget atau teknologi canggih banyak media komunikasi yang ada dan digunakan oleh masyarakat. Media komunikasi itu seperti media cetak, radio, film, televisi, komputer, sistem TV kabel, satelit dan sebagainya, dan telah diadopsi dan masuk ke seluruh penjuru dunia.
Anak-anak yang lahir di jaman sekarang bisa disebut sebagai digital native, mereka lahir bersanding dengan teknologi yang semakin canggih dan terkoneksi. Anak-anak bisa terstimulasi dengan banyak informasi. Belajar menjadi lebih efisien. Nah permasalahan yang cukup signifikan yaitu, ternyata stimulasi informasi lewat layar ini punya banyak risiko bagi perkembangan balita.
Adanya gadget akan membuat screen time anak jadi naik signifikan, beda dengan screen time via televisi yang sifatnya lebih komunal, ditonton bersamaan dan dikontrol oleh orang dewasa. Screentime via gadget lebih personal, fokus anak jadi 100% hanya ada di layar gadget. Konten di gadget pun nature-nya dibuat semenarik mungkin menjadikan anak jadi terkunci perhatiannya ke gadget.
©Google
Padahal saat usia balita, diperlukan stimulasi yang bervariasi dan berjalan dinamis dua arah antara anak dengan lingkungan sekitar yang menstimulasi anak tidak hanya secara visual, tetapi juga secara suara, bau, sentuhan, dan mencakup aktivitas fisik hingga sosial.
Stimulasi multi indera tersebut membentuk otak berkembang pada masa-masa kritis di bawah lima tahun ini. Screen time berlebih akan mengganggu paling tidak tiga proses perkembangan otak yaitu sinaptogenesis, mielinisasi dan synapsis pruning.
Sinaptogenesis adalah pembentukan sinapsis antara neuron sistem saraf. Sinaps berarti penyatuan atau kontak antara dua neuron, yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain, berkontribusi pada proses kognitif.
©Google
Mielinisasi yaitu proses pelapisan ujung saraf dengan lemak, yang mempercepat transmisi impuls saraf untuk mendorong fungsi kognitif yang lebih kompleks, terjadi di beberapa bagian otak dalam waktu yang berbeda.
Synaptic pruning adalah proses alami yang terjadi di otak antara anak usia dini dan dewasa. Selama Synaptic pruning, otak menghilangkan sinapsis ekstra. Synapses adalah struktur otak yang memungkinkan neuron untuk mengirimkan sinyal listrik atau kimia ke neuron lain.
Synaptic pruning dianggap sebagai cara otak untuk menghilangkan koneksi di otak yang tidak lagi diperlukan. Para peneliti baru-baru ini mengetahui bahwa otak lebih "plastik" dan dapat dibentuk dari yang diperkirakan sebelumnya. Synaptic pruning adalah cara tubuh kita untuk mempertahankan fungsi otak yang lebih efisien seiring bertambahnya usia dan mempelajari informasi kompleks baru.
Ketika proses-proses tadi terganggu, otomatis perkembangan balita terganggu. Dan ini bisa terjadi di beberapa domain perkembangan sekaligus, karena otak yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi tadi terganggu juga perkembangannya.
Ketika yang terganggu adalah area korteks prefrontal dorsolateral misalnya yang bertanggung jawab pada fungsi kognitif, atensi, dan pengambilan keputusan. Maka anak jadi punya masalah atensi dan daya ingat. Jika terjadi terus menerus ujungnya bisa terjadi disabilitas intelektual.
Ketika yang terganggu area korteks motorik, maka kemampuan anak bergerak jadi terganggu. Seperti tidak mampu memegang mainannya.
Apakah bisa menyebabkan speech delay?
Tentu bisa, karena otak area broca dan wernicke pusat reseptif, elaborasi, dan ekspresif bahasa manusia terganggu juga perkembangannya. Anak yang awalnya bisa menyebutkan satu atau dua kata, menjadikan anak tidak dapat berbicara lagi dengan jelas.
Ketergantungan anak terhadap gadget sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua.
Jadi apa yang harus kita lakukan?
Ada 3 (tiga) langkah dalam mengatasi yaitu
1. Membatasi
2. Mendampingi
3. Memberikan contoh
Anak dibawah dua tahun, tidak bisa memakai gadget sama sekali kecuali video call-an yang wajar. Usia pra sekolah, maksimal screen time sejam sehari itupun harus didampingi orang tua.
Bagaimana dengan anak remaja?
Ya, boleh memakai gadget. Tetapi batasi penggunaannya di luar sekolah, melakukan aktivitas fisik, dan mengistirahatkan mata serta orang tua tetap harus full kontrol konten yang dilihat anak. Dan peran orang tua ialah memberikan contoh dan membatasi penggunaan gadget di sekitar anak.
Sumber:
Denta, K. S. 2021. https://twitter.com/sdenta/status/1373533707739430918, diakses pada tanggal 28 Maret 2021.
Thpanorama. 2021. Pengembangan Synaptogenesis, Pematangan dan Penyakit. https://id.thpanorama.com/articles/neurociencia/sinaptognesis-desarrollo-maduracin-y-enfermedades.html, diakses pada tanggal 28 Maret 2021.
Putra, Chandra Anugrah. 2017. Pemanfaatan Teknologi Gadget Sebagai Media Pembelajran. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/bitnet/article/view/752, diakses pada tanggal 28 Maret 2021.
Gill, Karen, M.D. 2018. What Is Synaptic Pruning. https://www.healthline.com/health/synaptic-pruning, diakses pada tanggal 28 Maret 2021.


1 Comments
awesome...
BalasHapus